Langsung ke konten utama
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ

Perhatikan grammar / tata bahasa Arabnya, "Allahumma" berarti ; "Allah tuhan kami" dhomir *humma* menunjukkan jamak kami/kita, arti lengkapnya ; "Ya Allah tuhan kami berikanlah keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad" .
STOP! mlintir kalimah sholawat.

Saya coba khusnudzon pada masalah ini bahwa ada dari kalian yang tidak tahu dan tidak mengerti keindahan bahasa Arab yang kaya akan grammar dan kaidah bahasa, sementara saya tidak tahu apapun mengenai bahasa ibrani israel dari bible yang asli apakah tetap terjamin keasliannya, sementara bagi kami semua isi Al Qur'an itu di dunia sama, meanwhile we find many different bible versions that are canon or non-canon that circulate in the world.

Who is Barnabas? His real name is Yusuf (Joseph) and he is native to the island of Cyprus (now the Republic of Cyprus, close to Syria and Turkey) dan seorang Lewi, (klan Lewi/suku Lewi) keturunan anak Yakub (Israil) yaitu Lewi. 
Paham ente? si Barnabas ini mulanya Yahudi keturunan Yakub, bukan keturunan ismail, ngerti gak? Cuma modal tahu Muhammad dari garis Ismail, terus kamu coba sambung sama Barnabas yang dari garis yaqub-Ishaq, anda ini sakit apa gak waras!?. 

Oleh gereja, Barnabas itu santo dan satu angkatan dengan paulus abad pertama masehi, sama sama misionaris yang bersinar di Antiokhiadi AntakyaTurki. Kota ini merupakan pusat agama Kristen pada masa awal Masehi dan disebut dalam Perjanjian BaruDi kota inilah murid-murid Jesus Christ untuk pertama kalinya disebut dengan istilah Kristen (artinya "Kristus kecil" atau "golongan Kristus")

Isi Bible Barnabas terkandung banyak hal yang sesuai dengan paham Islam. Yesus yang  digambarkan di dalam Bible Barnabas seperti yang digambarkan dalam Kitab Suci agama Islam. Yesus digambarkan bukan sebagai Anak Allah atau Allah, namun sebagai nabi yang membuka jalan bagi Ahmad. Dan Yesus tidak mati disalibkan, namun digantikan oleh Yudas. dan ini diterima sebagai fakta umum bahwa Yudas adalah penghianatnya, tapi benarkah dia yang disalib?

Saya beritahu pada anda bahwa tidak pernah disebutkan nama Yudas di Qur'an. Al Qur'an hanya menyebut ada orang yang diserupakan dengan Nabi Isa as. Mungkin anda punya dugaan siapa orangnya, karena sepertinya ini bidang keahlian anda. Main tebak - tebakan gaje.

I don't want to discuss further because I don't have enough adequate knowledge, yang jelas 2 orang itu adalah missionaris terkemuka yang awalnya beriringan yang kemudian berseberangan, meskipun di ceritakan akhirnya Barnabas mendukung Paulus, namun kenyataan berbeda ada di kitab yang mereka tulis yang tetap berseberangan dan sampai sekarang versi bible Barnabas tetap masuk blacklist tidak bisa bersanding dengan paulus yang diakui gereja. Penyerahan kitab suci ke sistem gereja, maka Gerejalah yang berhak menentukan kanonnya dan interpretasi kitab- kitab tersebut secara otentik.

(- *from here please don't fantasize about Hashirama and Madara, and neither Geneiryoudan* it can't be help like a scandal plot story 🤗)

Dan sekarang ada yang menyinggung isi bible Barnabas di copy pastekan, nah karena itu mari kita dengar penjelasan pakar studi perbandingan agama. Saudara *Zakir Naik* yang menjawab, namun sebelumnya saya tekankan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang ummiy itu poin pentingnya dan bisa di telusuri literatur sejarahnya, misalnya saat terjadi peristiwa perjanjian Hudaibiyah.  ;

Quran Surat Al-A’raf Ayat 157 ;

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Terjemah : (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Ayat tersebut menyebutkan bahwa Nabi seorang yang ummiy.
Dan kita menemukan bahwa ada beberapa nubuat yang ditemukan dalam perjanjian lama, begitu juga perjanjian baru, beberapa kali di sebutkan dalam bible, dengan jelas disebutkan dalam kitab

Yesaya 29:12. dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."

Dan inilah apa yang benar benar terjadi pada diri Nabi Muhammad ketika wahyu pertama diturunkan padanya, ketika malaikat Jibril berkata, "Iqra' "(bacalah) dia menjawab, " Aku tidak bisa membaca"
Jadi tentunya Nabi Muhammad karena buta hurufnya, tidak mungkin beliau menyalinnya dari tempat lain.

Versi Bible terjemahan berbahasa Arab pertama tidak ada ketika Nabi masih hidup.
Versi pertama dari perjanjian lama ditulis oleh Saadia Gaon pada tahun 900-an, kira kira 250 tahun setelah kematian Nabi Muhammad.
Dan perjanjian baru versi bahasa Arab pertama ditulis oleh Erpenius di tahun 1616. sekitar 1000 tahun setelah kematian Nabi Muhammad. Jadi bagaimana bisa Nabi Muhammad menyalin dari Bible?

Then, about your statement, "Maryam saudaranya Harun" saya yakin anda dapat isu ini dari misionaris gaje yang merupakan lagu lama, "serangan gagal" yang selalu dimunculkan ke permukaan.
Maryam dan putranya, Nabi Isa as adalah wujud mukjizat terbesar darinya yang nyata bukan tipuan penebusan dosa dan dosa warisan. Maryam adalah 1 dari 4 wanita yang dijamin surga, selain Maryam binti Imran ada Fatimah bintu Rasulillah SAW, Khadijah bintu Khuwailid, dan Asiyah. 
Maryam lahir di Nazareth, Palestina dari rahim ibu bernama Hannah binti Faqudha, istri Ali Imran bin Matsan.
Sementara Hannah adalah adik dari istri Nabi Zakaria. Sehingga Maryam adalah keponakan Nabi Zakaria as. Hannah sempat divonis mandul. Namun ia akhirnya mengandung setelah bernazar kepada Allah bila permohonannya dikabulkan, akan menyerahkan dan menghibahkan anaknya ke Baitul Maqdis untuk menjadi pelayan, penjaga dan memelihara Rumah Suci (Bait Allah).  
Maryam menjalani hari-harinya di bawah asuhan Nabi Zakaria. 
Tafsir Al-Qur’an Surah Maryam
Surah Makkiyyah; surah ke 19: 98 ayat
tulisan arab alquran surat maryam ayat 27-33“Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat munkar. (QS. 19:27) Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang penzina.’ (QS. 19:28) Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: ‘Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam gendongan.’ (QS. 19:29) Berkata `Isa: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. (QS. 19:30) Dan dia menjadikan aku seorang yang diberkati. di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, (QS. 19:3 1) dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. (QS. 19:32) Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (QS. 19:33) (Maryam: 27-33)


Kalimat ayat 27 :`Wahai saudara perempuan Harun,’ yaitu saudara Musa. Karena Maryam berasal dari keturunan Harun. atau Maryam digolongkan kepada laki-laki shalih di kalangan mereka yang bernama Harun. Beliau diukur dengan laki-laki itu dari segi kezuhudan dan ibadahnya. 
Satu pendapat mengatakan bahwa Ibnu Jarir menceritakan dari sebagian ulama bahwa mereka menyerupakan Maryam dengan laki-laki yang suka berbuat dosa yang bernama Harun. Dahulu mereka diberi nama dengan nama-nama para Nabi dan orang-orang shalih di kalangan mereka.
Imam Ahmad berkata bahwa al-Mughirah bin Syu’bah berkata: “Rasulullah mengutusku ke Najran, lalu mereka berkata: ‘Apa pendapatmu tentang apa yang kalian baca: ‘Hai saudara perempuan Harun,’ padahal Musa sebelum ‘Isa sekian tahun jaraknya?’ Aku kembali dan menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah lalu beliau bersabda: `Maukah kuberitahukan tentang mereka, bahwa dahulu mereka diberi nama dengan nama para Nabi dan orang-orang yang shalih sebelum mereka.’”
(Muslim, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i).
Kesimpulannya, besar kemungkinan anda hanya co-pas doktrin misionaris gaje yang dipaksakan, sebaliknya saya nggak berani mengaku ahli sejarah yang bisanya co-pas juga dan mengutip sebagian kuliah Dr. Zakir Naik yang saya amini merupakan fakta. sebaiknya kita hentikan ini terlebih lagi anda ada di channel youtube konten islami, dan argumen yang anda tunjukkan salah semua dan menjurus ke fitnah.




Sekali anda berkomentar, anda telah melemparkan 3 doktrin sampah misionaris yang selalu diangkat ke permukaan padahal fitnah itu sudah terbantahkan, isu misionaris selalu bersifat subyektif sebelum mulai menyesatkan substansi pokok bahasannya.

• -yang pertama tentang Sholawat-

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ

Perhatikan grammar Arabnya, "Allahumma" berarti ; "Allah tuhan kami" dhomir *humma* menunjukkan jamak pada kami/kita, arti lengkapnya ; "Ya Allah tuhan kami berikanlah keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad" . sementara anda menghilangkan predikat عَلَى dalam kalimah sholawat dan mengartikannya secara subyektif dengan menempatkan terbalik pada posisi "hamba" lebih tinggi dari "khalik"nya, hal sama seperti yang biasa kamu dan orang - orang seprofesimu lakukan, selalu gagal melihat substansi masalah dan fokus ke arah subject pembodohan karakter.

• -yang kedua berikutnya, tentang sosok Barnabas-

Poin masalah yang kedua ini, sepertinya anda memaksakan diri "membuang borok" konflik internal kristen se-efisien mungkin dengan menyalahkannya pada Islam, dimana isi Bible Barnabas memiliki "kemiripan" dengan Qur'an. Saya maklumi, Gerejalah yang berhak menentukan Bible kanonnya dan interpretasi kitab- kitab kanon non-kanon tersebut secara otentik. Diluar otoritas Gereja, banyak beredar Bible versi non-kanon dan salah satu yang terkenal adalah Bible Barnabas, yang mana isi didalamnya menceritakan Yesus tidak mati disalibkan, namun digantikan oleh Yudas. dan ini diterima sebagai fakta umum diluar Gereja bahwa Yudas adalah pengkhianatnya, tapi benarkah dia yang disalib?, Islam bahkan tidak menyinggung dan menyebut nama Yudas sedikitpun baik di Qur'an dan Hadits. 

( 157 ) وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا
( 158 ) بَل رَّفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا  

( 157 ) dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa

( 158 ) Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 

Meskipun demikian, Yahudi tetap mengklaim bahwa Yesus telah disalib, dan anehnya, orang kristen membenarkannya tanpa ada rasa permusuhan terhadap mereka, bisa dimaklumi itu periode yang mengguncang jiwa - pikiran pengikut Yesus dan memperlebar keraguan iman mereka, kemudian muncul 2 sosok Barnabas dan Paulus diawal abad masehi, 2 orang itu mendatangkan angin segar versi Bible, keduanya awalnya beriringan namun kemudian berseberangan, meskipun akhirnya Gereja mengklaim dari surat Barnabas yang mendukung paulus dan keilahian Yesus. Lalu siapa sebenarnya Barnabas itu? Informasi dari Gereja sendiri menyebutkan His real name is Yusuf (Joseph) and he is native to the island of Cyprus (now the Republic of Cyprus, close to Syria and Turkey) dan seorang Lewi, (klan Lewi/suku Lewi) keturunan anak Yakub (Israil) yaitu Lewi. 
Paham ente? si Barnabas ini mulanya Yahudi keturunan Yakub, bukan keturunan ismail, ngerti gak? 
Dalam Bible Barnabas, Yesus digambarkan bukan sebagai Anak Allah atau Allah, namun sebagai nabi yang membuka jalan bagi Ahmad. Isi Bible Barnabas sangat kontradiksi dengan surat - surat Paulus yang mendominasi sistem ke-Gereja-an, kalau membicarakan Barnabas maka gak lengkap jika tidak menyinggung Paulus. Menurut Michael Hart, penulis bestseller buku *The 100 A Ranking of the Most Influential Persons in History* 
Dia tidak melakukan pemilihan dalam ukuran baik dan buruk yg bisa sangat subyektif, tapi benar - benar dari pengaruh yg mereka lakukan dalam menentukan jalur sejarah yg terjadi, seperti misalnya juga dimasukkannya Hitler dan Jengis Khan di dalam daftarnya. Dia mengatakan, sekalipun pilihannya akan mencengangkan banyak orang dan membuat pertanyaan besar bagi sebagian dari mereka, menurut dia sepanjang sejarah hanya Nabi Muhammad satu - satunya orang yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia baik dalam keagamaan maupun keduniawian. 

Dalam agama Kristen, tokoh utamanya harus dibagi 2 pengaruhnya antara Yesus dengan Paul (di Alkitab : Paulus Tarsus), karena sekalipun Yesus adalah tokoh sentral dalam agama Kristen, tapi yang berperanan terbesar dalam penyebaran agama Kristen dalam bentuknya yang seperti sekarang ini adalah Paul.

Dalam kitab suci Kristen Perjanjian Baru yang terhimpun sebanyak 27 kitab, 14 dihubungkan dengan jasa Paul, meskipun ilmuwan modern mengatakan 4-5 diantaranya sebenarnya ditulis oleh orang lain. Tapi jelas peranan Paul dalam teologi Kristen sangat penting, banyak ajaran Kristen yang diterapkan gereja sekarang ini, dalam Alkitab tertulis merupakan perkataan/pernyataan dari Paul yang bahkan tidak pernah tercatat diucapkan oleh Yesus sendiri.  Hal ini berbeda dengan nabi Muhammad yang merupakan satu-satunya tokoh terpenting dalam agama Islam, yang sampai saat ini semua ajaran Islam dinisbahkan pada ajaran yang ia sampaikan pada umatnya, baik yang merupakan wahyu Tuhan yang berupa Al-Qur’an maupun teladan ucapan dan tindakannya yang dihimpun dalam hadits hadits sahih. Ajaran Islam yg disampaikannya juga telah menyebar ke seluruh dunia dengan kecepatan yang mengagumkan para pengamat sebagai agama yang paling cepat pertumbuhan pemeluknya jauh diatas semua agama lain di dunia. Bahkan sampai dengan masa sekarang ini pun hanya Islam-lah satu-satunya agama yang ajarannya masih benar - benar dipegang teguh oleh pemeluknya persis seperti yang diajarkan oleh nabi Muhammad, dengan keseluruhan ayat dalam Al-Qur’an yang masih sama persis dengan Mushaf Ustmani  

Lebih dari itu, selain dalam bidang agama, tokoh - tokoh seperti Yesus dan Budha tidaklah memiliki pengaruh apa - apa dalam sejarah. Hal yang berbeda dengan nabi Muhammad yang selain sebagai tokoh utama penyebar agama Islam, dia juga sebagai tokoh utama dalam sosial, politik, & pemerintahan pada bangsa arab kala itu.

Ajaran2x yg disampaikannya juga yg memotivasi bangsa arab & umat Islam kala itu untuk menjadi pelopor dalam ilmu pengetahuan & teknologi yg merupakan cikal bakal dari semua ilmu pengetahuan modern dewasa ini. Para ilmuwan barat berhutang budi pada bangsa arab – Islam kala itu sejak tahun 800-an sampai beberapa abad kedepan dg tokoh2x ilmuwannya spt Al-Khemi (penemu ilmu Kimia), Al-Khawarizmi (penemu angka nol & algoritma sbg dasar ilmu matematika & komputer modern), Ibnu Sina (cikal bakal ilmu kedokteran modern), dan masih banyak lagi lainnya, yg mana tulisan2x dari mereka dipakai sebagai pegangan utama di semua perguruan tinggi Eropa sampai sekitar abad ke 16. Sedangkan kala itu di belahan Eropa justru sedang dalam masa kegelapan & kebodohan, yg kehidupannya dipenuhi mistik & tukang2x sihir.

hanya agama Islam-lah satu2xnya agama yg menyatakan diri dapat berdampingan mesra dg ilmu pengetahuan modern, yg mengajak umatnya untuk berpikiran logis & menggunakan akal dalam segala hal bahkan dalam mengkaji & mempelajari agamanya sekalipun. Suatu hal yg sulit terjadi pada agama lain manapun di dunia ini.

Semua ilmuwan2x besar itu dimotivasi oleh Qur’an & hadits nabi yg menyuruh umat Islam untuk menggunakan akal, terus belajar, meneliti & mempelajari seluruh alam semesta beserta isinya, yg pada akhirnya akan menghantarkan manusia untuk “menemukan” Tuhan-nya yg telah menciptakan semua itu.

Ketika seseorang mampu untuk berpikir dengan logis dan obyektif, dengan mempercayai suatu informasi berdasarkan data dan fakta yang valid, dan jika dia mengetahui perkembangan sejarah dunia beserta semua tokoh - tokoh pemimpin besar yang pernah ada, dia akan menemukan bahwa tidak ada seorang tokoh terbesar dalam sejarah manusia yang benar - benar dapat dinobatkan sebagai orang yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia sepanjang zaman, selain Rasulullah, baginda yang mulia, nabi besar Muhammad SAW yang telah begitu banyak memberikan sumbangan pada perjalanan sejarah umat manusia dengan “cahaya” yang dibawanya yang telah menerangi seluruh penjuru dunia pada masa lalu, masa sekarang, dan di masa yang akan datang.





Yang anda sampaikan ke saya adalah yang biasanya dipakai para misionaris. Dari yang levelnya misinterpret hingga memplesetkan ayat Qur'an yang bukan hanya kategori mutasyabihat hingga yang muhkamat pun ditabrak. Gesekan ini barangkali tidak bisa dihindari karena memiliki kesamaan sebagai agama samawi. Yang anda tanyakan merupakan lagu lama yang tentu saja sudah ada yang menjawabnya kalau anda mau sedikit menggerakkan jari anda ke google search dengan kata kunci :
• menjawab fitnah maryam saudara harun
• menjawab fitnah Qur'an disalin dari bible

1. -tentang Sholawat-

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ

Perhatikan grammar Arabnya, "Allahumma" berarti ; "Allah tuhan kami" dhomir *humma* menunjukkan jamak pada kami/kita, arti lengkapnya ; "Ya Allah tuhan kami berikanlah keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad" . sementara anda menghilangkan predikat عَلَى dalam kalimah sholawat dan mengartikannya secara subyektif dengan menempatkan terbalik pada posisi "hamba" lebih tinggi dari "khalik"nya, hal sama seperti yang biasa misionaris lakukan, selalu gagal melihat substansi masalah dan fokus ke arah subject pembodohan karakter.

2. -tentang Barnabas-

Ini seperti memaksakan diri "membuang borok" konflik internal kristen se-efisien mungkin dengan menyalahkannya pada Islam, dimana isi Bible Barnabas memiliki "kemiripan" dengan Qur'an. Saya maklumi, Gerejalah yang berhak menentukan Bible kanonnya dan interpretasi kitab- kitab kanon non-kanon tersebut. dan salah satunya adalah Bible Barnabas, yang isi nya menceritakan Yesus tidak mati disalibkan, namun digantikan oleh Yudas, tapi benarkah dia yang disalib?, Islam bahkan tidak menyinggung dan menyebut nama Yudas maupun si Barnabas sedikitpun baik di Qur'an dan Hadits. 
Islam hanya menyebut ada orang lain yang diserupakan yang disalib. 

Qur'an surat An Nisa' ayat 157 - 158 ; 

( 157 ) وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا
( 158 ) بَل رَّفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا  

Saya tidak tahu siapa itu Barnabas, tapi google yang memberitahu, His real name was Yusuf (Joseph) and he is native to the island of Cyprus (now the Republic of Cyprus, close to Syria and Turkey) dan seorang Lewi, (klan Lewi/suku Lewi) keturunan anak Yakub (Israil) yaitu Lewi. 

Jadi, Barnabas ini mulanya Yahudi keturunan Yakub, bukan keturunan ismail. 
Apakah karena Nabi Muhammad dari keturunan Ismail, anda lantas menarik garis khayal ke si Barnabas agar ide liar menyalin dari Bible gonna work? Naudzubillah...

-BERIKUTNYA TENTANG TUDUHAN QUR'AN DISALIN DARI BIBLE-

Saya jujur bukan pakar sejarah, jadi tidak punya kredibilitas untuk menjawab isu ini, namun saya juga meragukan kapasitas anda sebagai ahli sejarah atau punya gelar akademik dibidangnya. Kemudian saya menghadirkan pernyataan dari Dr. Zakir Naik yang bergerak di penelitian studi perbandingan agama, sebagai berikut : 

Qur'an Surat Al-A’raf Ayat 157 ;

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Ayat tersebut menyebutkan bahwa Nabi seorang yang ummiy.
Dan kita menemukan bahwa ada beberapa nubuat yang ditemukan dalam PL, maupun PB, beberapa kali di sebutkan dalam bible, dan dengan jelas disebutkan dalam kitab

Yesaya 29:12. dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."

Dan inilah yang terjadi pada diri Nabi Muhammad ketika wahyu pertama diturunkan padanya, ketika malaikat Jibril berkata, "Iqra' "(bacalah) dia menjawab, " Aku tidak bisa membaca"
Jadi tentunya Nabi Muhammad karena buta hurufnya, tidak mungkin beliau menyalinnya dari tempat lain.

Versi Bible terjemahan berbahasa Arab pertama tidak ada ketika Nabi masih hidup.
Versi pertama dari perjanjian lama ditulis oleh Saadia Gaon pada tahun 900-an, kira kira 250 tahun setelah kematian Nabi Muhammad.
Dan perjanjian baru versi bahasa Arab pertama ditulis oleh Erpenius di tahun 1616. sekitar 1000 tahun setelah kematian Nabi Muhammad. Jadi bagaimana bisa Nabi Muhammad menyalin dari Bible?

• -tentang Maryam saudara Harun-

Lihat di komen berikutnya...

• -tentang kalimah Maryam saudara Harun-

keluarga Imran ini adalah keluarga yang thahir dan thayyib, yaitu suci dan baik. Sehingga namanya diabadikan dalam Qur'an dalam surah Ali Imran dan surah Maryam. Keluarga terpandang yang menjaga diri dan rumah ibadahnya. Baitul Maqdis.

فَكُلِىۡ وَاشۡرَبِىۡ وَقَرِّىۡ عَيۡنًا‌ ۚ فَاِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الۡبَشَرِ اَحَدًا ۙ فَقُوۡلِىۡۤ اِنِّىۡ نَذَرۡتُ لِلرَّحۡمٰنِ صَوۡمًا فَلَنۡ اُكَلِّمَ الۡيَوۡمَ اِنۡسِيًّا 26.
Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.”
فَاَتَتۡ بِهٖ قَوۡمَهَا تَحۡمِلُهٗ‌ؕ قَالُوۡا يٰمَرۡيَمُ لَقَدۡ جِئۡتِ شَيۡـًٔـا فَرِيًّا‏ 27.
Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, “Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.
يٰۤـاُخۡتَ هٰرُوۡنَ مَا كَانَ اَ بُوۡكِ امۡرَاَ سَوۡءٍ وَّمَا كَانَتۡ اُمُّكِ بَغِيًّا‌ 28.
Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.”
فَاَشَارَتۡ اِلَيۡهِ‌
 ؕ قَالُوۡا كَيۡفَ نُـكَلِّمُ مَنۡ كَانَ فِى الۡمَهۡدِ صَبِيًّا‏ 29.
Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”
قَالَ اِنِّىۡ عَبۡدُ اللّٰهِ ؕ اٰتٰٮنِىَ الۡكِتٰبَ وَجَعَلَنِىۡ نَبِيًّا 30.
Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.
وَّجَعَلَنِىۡ مُبٰـرَكًا اَيۡنَ مَا كُنۡتُۖ وَاَوۡصٰنِىۡ بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمۡتُ حَيًّا 31. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
وَّبَرًّۢابِوَالِدَتِىۡ وَلَمۡ يَجۡعَلۡنِىۡ جَبَّارًا شَقِيًّا 32.
dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. وَالسَّلٰمُ عَلَىَّ يَوۡمَ وُلِدْتُّ وَيَوۡمَ اَمُوۡتُ وَيَوۡمَ اُبۡعَثُ حَيًّا‏ 33.
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
ذٰ لِكَ عِيۡسَى ابۡنُ مَرۡيَمَ ‌ۚ قَوۡلَ الۡحَـقِّ الَّذِىۡ فِيۡهِ يَمۡتَرُوۡنَ‏ 34.
Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.
مَا كَانَ لِلّٰهِ اَنۡ يَّتَّخِذَ مِنۡ وَّلَدٍ‌ۙ سُبۡحٰنَهٗ‌ؕ اِذَا قَضٰٓى اَمۡرًا فَاِنَّمَا يَقُوۡلُ لَهٗ كُنۡ فَيَكُوۡنُؕ‏ 35.
Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
وَاِنَّ اللّٰهَ رَبِّىۡ وَرَبُّكُمۡ فَاعۡبُدُوۡهُ ‌ؕ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسۡتَقِيۡمٌ 36.
(Isa berkata), “Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.”
فَاخۡتَلَفَ الۡاَحۡزَابُ مِنۡۢ بَيۡنِهِمۡ‌ۚ فَوَيۡلٌ لِّـلَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡ مَّشۡهَدِ يَوۡمٍ عَظِيۡمٍ 37. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka (Yahudi dan Nasrani). Maka celakalah orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang agung!

Dalam Qur'an surah Maryam ayat 20 - 37 disebutkan Maryam masih perawan dan juga bukan pezina. Mengandung dan melahirkan dibawah pohon kurma, beliau seperti halnya perempuan yang lain tentu saja merasakan sakit saat melahirkan, setelah itu Maryam membawa bayinya dan diperintahkan untuk puasa tidak bicara (puasa seperti ini ada pada syariat Nabi Zakariya dan Nabi Yahya, tapi tidak pada masa Nabi Muhammad)
Setelah kaumnya melihat Maryam membawa bayi, segera ia menjadi bahan olok - olokan banyak orang karena mestinya Maryam pada mulanya dikenal alim abid dan keluarganya juga disegani dihormati. Diantara ejekan kaumnya adalah panggilan ;
يا أُخْتَ هارُونَ َ "Hai saudara perempuan Harun!"
Sudah terang bahwa Harun yang dimaksudkan di sini bukanlah Nabi Harun saudara Nabi Musa. Bukan memiliki arti secara langsung, bahwa Maryam hidup sejaman dengan Nabi Harun As dan merupakan saudaranya, sama sekali tidak. Sebab jarak di antara Nabi Musa dengan Nabi Isa itu terlalu jauh sekali, jarak itu tidak kurang dari 600 tahun. Karena itu ayat ini lebih dilihat dan dimaknai secara kontekstual bukan tekstual semata.
kondisi sosial budaya kala itu merupakan hal yang lumrah menamai anak keluarga dan masyarakat israel dengan nama para nabi dan orang shaleh lainnya.
Yahudi, Nasrani atau dalam Islam, suka mengambil nama Nabi-nabi atau nama orang-orang shalih untuk nama anaknya. Lihat saja nama ayahnya Maryam, kakeknya Nabi Isa. Nama ayahnya pun Imran, senama dengan ayah Nabi Musa dan Nabi Harun. Dan besar kemungkinan Saudaranya pun bernama Harun! Dan Nabi Harun memang Nabi yang terkenal lemah-lembut. Bahkan sampai kepada zaman kemudian, beratus-ratus dan beribu-ribu tahun di belakang, orang suka memakai nama Nabi-nabi untuk nama anaknya.

Dari Muhgirah bin Syu'bah berkata, 'Ketika aku tiba di Najran, penduduknya bertanya kepadaku, "Kalian membaca (Quran), "Wahai saudara perempuan Harun", padahal Musa hidup sebelum Isa selama sekian dan sekian tahun." Ketika bertemu Rasulullah SAW, aku tanyakan hal itu dan beliau menjawab, "Sesungguhnya mereka biasa menamakan anak mereka dengan nama nabi dan orang-orang saleh yang hidup sebelum mereka." (HR Muslim)

Jadi sudah jelas dan terang, bahwa yang dimaksud ;
يا أُخْتَ هارُونَ َ "Hai saudara perempuan Harun!".
Itu bukan Nabi Harun as yang hidup pada masa Nabi Musa as. Fakta ini tidak sedikitpun mengganggu iman dan aqidah kita, apalagi Nabi Muhammad sudah menjawabnya.
Sikap irasional diperlihatkan para misionaris dengan mengangkat isu ini berulang ulang dengan memperlihatkan kesamaan nama, Amram, Aaron, dan Miryam di kitab mereka, itu artinya mereka memperlihatkan kebodohan akal terus menerus yang terbelenggu iman yang membabibuta. kemudian tanpa kajian ilmiah yang benar mengambil kalimah dalam Qur'an dan mengartikannya tekstual dengan menghubungkan ke zaman Moses - Aaron dan menyalahkan Qur'an. Naudzu billah...

Saya hidup dilingkungan desa yang kental dengan tradisi Islam, kuberi nama anak sulungku Muhammad (lengkapnya Muhammad Abdul Jabbar) punya keponakan namanya Fatimah, sepupu = Maryam, tetangga = Musa (langganan jagal kalo idul adha) teman dekat = mbak Ruqayah, bakul sayur keliling = mak ijah (khadijah), kulakan toko ke pasar ke langganan = pak umar, pak aziz. Seperti inilah dinamika hidup kita, bukan berarti mereka dihubungkan nasabnya dengan tokoh penting Nabi di zaman dulu melainkan hanya kesamaan nama belaka. Wallahu a'lamu bishowab.

Bagi saya, Mukjizat terbesar bagi Nabi Isa as adalah apa yang terjadi pada Ibu dan anak tersebut. Dan setiap orang pasti akan melewati fase ujian hidup yang berat (Qs Al Baqarah : 155) Tidak terkecuali para Nabi. Dan setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematian (Qs Ali Imran : 185) tidak terkecuali para Nabi.

Jika panggilan "Maryam saudaranya Harun" tetap dipermasalahkan hanya karena kemiripan nama di Bible Amram, Musa, Harun, dan Miryam, maka sampai mana ke irasional ini berlanjut ketika dalam kutipan Bible, Dimaknai secara tekstual?

Matius 3:7 = Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan *ular beludak* . Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Matius 12:34 = Hai kamu keturunan *ular beludak* bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.

Matius 23:33 = Hai kamu *ular-ular*, hai kamu keturunan *ular beludak* Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?

Lukas 3:7 = Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan *ular beludak* Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang?

يا أُخْتَ هارُونَ َ Di ayat ini Maryam dipanggilkan dengan sebutan "Hai saudara perempuan Harun!" Sudah terang bahwa Harun yang dimaksudkan di sini bukanlah Nabi Harun saudara Nabi Musa. Bukan memiliki arti secara langsung, bahwa Maryam hidup sejaman dengan Nabi Harun As dan merupakan saudaranya, sama sekali tidak. Sebab jarak di antara Musa dengan Isa itu terlalu jauh sekali, jarak itu tidak kurang dari 600 tahun. Karena itu ayat ini masuk yang mutasyabihat harus dimaknai secara kontekstual bukan tekstual. Kenapa? Ada m....yang jadi pertimbangan, pertama kondisi sosial budaya kala itu merupakan hal yang lumrah menamai anak -keluarga dan masyarakat israel dengan nama para nabi dan orang shaleh lainnya, hadits
Di dalam Hadits Shahih Muslim ada diriwayatkan. bahwa seketika sahabat Rasulullah s.a.w. yang bernama Mughirah bin Syu'bah pergi ke negeri Najrari, yang menjadi pusat kegiatan kaum Nasrani (Kristen) di sebelah Selatan Tanah Arab di waktu itu,. adalah orang-orang Nasrani itu menanyakan kepadanya: "Bagaimana kalian orang Islam! Kalian membaca dalam al-Quran kalian "Ya ukhta Harun!" (Hai saudara perempuan Harun), padahal jarak Maryam dengan Harun itu sudah terlalu jauh." Kata Mughirah selanjutnya: "Setelah kembali ke Madinah aku tanyakan soal itu kepada Rasulullah. Lalu beliau jawab: "Mereka suka mengambil nama mereka dari nama Nabi-nabi mereka dan orang-orang yang shalih sebelum mereka."

Bukanlah memiliki arti yang secara langsung, bahwa Maryam hidup sejaman dengan Nabi Harun As dan merupakan saudaranya, sama sekali tidak.


Tafsiran yang diberikan Nabi s.a.w. kepada Mughirah bin Syu'bah ini sudah cukup, melebihi daripada berbagai tafsiran yang lain. Turun-temurun pemeluk-pemeluk agama yang shalih, baik dalam Yahudi atau dalam Nasrani atau dalam Islam, suka mengambil nama Nabi-nabi atau nama orang-orang shalih untuk nama anaknya. Ingat saja nama ayah daripada Maryam ibu Isa ini. Nama ayahnya pun Imran, senama dengan ayah Nabi Musa dan Nabi Harun. Saudaranya pun bernama Harun! Dan Nabi Harun memang Nabi yang terkenal lemah-lembut. Bahkan sampai kepada zaman kemudian, beratus-ratus dan beribu-ribu tahun di belakang orang suka memakai nama Nabi-nabi untuk nama anaknya.  Menurut penafsiran daripada Qatadah di zaman itu ada seorang Abid dan Shalih, yang telah mengurbankan segenap hidupnya untuk beribadat kepada Allah dan berkhidmat di dalam mesjid tempat sembahyang; namanya Harun. Maka oleh karena Maryam pun dari kecilnya telah diberikan ibunya kepada mesjid untuk berkhidmat, sehingga samalah keadaannya dengan Abid yang bernama Harun itu, maka orang pun terbiasalah menyebut Manyam dengan "Saudara dari Harun". Maka dengan menyebut panggilan itu terlebih dahulu terkandunglah maksud memperingatkan kepada Manyam, bahwa orang yang semacam dia ini. yang selama ini dikenal shalih dan abid sebagai Harun itu, tidaklah layak akan terjadi seperti ini. Apatah lagi: 


Quran Surat Maryam Ayat 26 فَكُلِى وَٱشْرَبِى وَقَرِّى عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ ٱلْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِىٓ إِنِّى نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ ٱلْيَوْمَ إِنسِيًّا Arab-Latin: Fa kulī wasyrabī wa qarrī 'ainā, fa immā tarayinna minal-basyari aḥadan fa qụlī innī nażartu lir-raḥmāni ṣauman fa lan ukallimal-yauma insiyyā Terjemah Arti: Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini". Tafsir Quran Surat Maryam Ayat 26 26. Maka makanlah rutab itu, minumlah dari air itu, dan bergembiralah dengan kelahiran sang anak, jangan bersedih! Jika engkau melihat seseorang lalu bertanya tentang anak itu, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah mewajibkan atas diriku untuk Tuhanku agar tidak berbicara, dan hari ini aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun." Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) Maka makanlah olehmu dari kurma mengkal tersebut dan minumlah air itu, dan bersikaplah nyaman dengan anak yang akan lahir. Jika engkau melihat seseorang dari manusia bertanya kepadamu tentang keadaan dirimu, maka katakanlah kepadanya, ’sesungguhnya aku telah mewajibkan atas diriku diam karena Allah, maka aku tidak akan berkomunikasi dengan siapapun dari manusia pada hari ini.’ Dahulu, diam termasuk bentuk ibadah dalam syariat mereka, namun tidak berlaku pada syariat Muhammad .




Sumber Informasi Terpercaya Home QS. Maryam 19. QS. Maryam (Maryam) 98 ayat
قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَٰمٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِى بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا
Terjemah Arti: Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!"

قَالَ كَذٰلِكِ‌ ۚ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌ‌ ۚ وَلِنَجۡعَلَهٗۤ اٰيَةً لِّلنَّاسِ وَرَحۡمَةً مِّنَّا‌ ۚ وَكَانَ اَمۡرًا مَّقۡضِيًّا 21. Dia (Jibril) berkata, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.” فَحَمَلَـتۡهُ فَانْتَبَذَتۡ بِهٖ مَكَانًا قَصِيًّا 22. Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. فَاَجَآءَهَا الۡمَخَاضُ اِلٰى جِذۡعِ النَّخۡلَةِ‌ۚ قَالَتۡ يٰلَيۡتَنِىۡ مِتُّ قَبۡلَ هٰذَا وَكُنۡتُ نَسۡيًا مَّنۡسِيًّا 23. Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.” فَنَادٰٮهَا مِنۡ تَحۡتِهَاۤ اَلَّا تَحۡزَنِىۡ قَدۡ جَعَلَ رَبُّكِ تَحۡتَكِ سَرِيًّا 24. Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. وَهُزِّىۡۤ اِلَيۡكِ بِجِذۡعِ النَّخۡلَةِ تُسٰقِطۡ عَلَيۡكِ رُطَبًا جَنِيًّا 25. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. فَكُلِىۡ وَاشۡرَبِىۡ وَقَرِّىۡ عَيۡنًا‌ ۚ فَاِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الۡبَشَرِ اَحَدًا ۙ فَقُوۡلِىۡۤ اِنِّىۡ نَذَرۡتُ لِلرَّحۡمٰنِ صَوۡمًا فَلَنۡ اُكَلِّمَ الۡيَوۡمَ اِنۡسِيًّا 26. Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.” فَاَتَتۡ بِهٖ قَوۡمَهَا تَحۡمِلُهٗ‌ؕ قَالُوۡا يٰمَرۡيَمُ لَقَدۡ جِئۡتِ شَيۡـًٔـا فَرِيًّا‏ 27. Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, “Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar. يٰۤـاُخۡتَ هٰرُوۡنَ مَا كَانَ اَ بُوۡكِ امۡرَاَ سَوۡءٍ وَّمَا كَانَتۡ اُمُّكِ بَغِيًّا‌ 28. Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.” فَاَشَارَتۡ اِلَيۡهِ‌ ؕ قَالُوۡا كَيۡفَ نُـكَلِّمُ مَنۡ كَانَ فِى الۡمَهۡدِ صَبِيًّا‏ 29. Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?” قَالَ اِنِّىۡ عَبۡدُ اللّٰهِ ؕ اٰتٰٮنِىَ الۡكِتٰبَ وَجَعَلَنِىۡ نَبِيًّا 30. Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. وَّجَعَلَنِىۡ مُبٰـرَكًا اَيۡنَ مَا كُنۡتُۖ وَاَوۡصٰنِىۡ بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمۡتُ حَيًّا 31. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; وَّبَرًّۢابِوَالِدَتِىۡ وَلَمۡ يَجۡعَلۡنِىۡ جَبَّارًا شَقِيًّا 32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. وَالسَّلٰمُ عَلَىَّ يَوۡمَ وُلِدْتُّ وَيَوۡمَ اَمُوۡتُ وَيَوۡمَ اُبۡعَثُ حَيًّا‏ 33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” ذٰ لِكَ عِيۡسَى ابۡنُ مَرۡيَمَ ‌ۚ قَوۡلَ الۡحَـقِّ الَّذِىۡ فِيۡهِ يَمۡتَرُوۡنَ‏ 34. Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya. مَا كَانَ لِلّٰهِ اَنۡ يَّتَّخِذَ مِنۡ وَّلَدٍ‌ۙ سُبۡحٰنَهٗ‌ؕ اِذَا قَضٰٓى اَمۡرًا فَاِنَّمَا يَقُوۡلُ لَهٗ كُنۡ فَيَكُوۡنُؕ‏ 35. Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. وَاِنَّ اللّٰهَ رَبِّىۡ وَرَبُّكُمۡ فَاعۡبُدُوۡهُ ‌ؕ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسۡتَقِيۡمٌ 36. (Isa berkata), “Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.” فَاخۡتَلَفَ الۡاَحۡزَابُ مِنۡۢ بَيۡنِهِمۡ‌ۚ فَوَيۡلٌ لِّـلَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡ مَّشۡهَدِ يَوۡمٍ عَظِيۡمٍ 37. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka (Yahudi dan Nasrani). Maka celakalah orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang agung!



Apa Harun Saudara Maryam sama dengan Nabi Harun?



DI dalam Alquran Al-Kariem memang ada disebutkan tentang panggilan kepada Maryam, ibunda Isa alaihissalam dengan sapaan: saudara perempuan Harun. "Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina." (QS Maryam: 28) Tentu saja para ulama berbeda pendapat dalam masalah siapakah yang dimaksud dengan Harun dalam ayat ini? Nabi Harun kah atau Harun lainnya? Sebab Nabi Harun alaihissaam adalah saudara nabi Musa alaihissalam dan hidup dalam satu zaman yang jauh dari zaman Maryam. Paling tidak ada 600 tahunan atau ada yang mengatakan lebih dari 1.000 tahun terpaut, sebagaimana keterangan Az-Zamakhsyari. Tapi bagaimana Alquran bisa menyebutkan Maryam sebagai saudara Harun? Berikut ini kami nukilkan perbedaan-perbedaan serta tanggapan para ulama dalam masalah ini. Yang pertama bereaksi terhadap ayat ini adalah seorang shahabat nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang bernama Ka'ab Al-Ahbar. Dahulu dia seorang pemeluk agama ahli kitab lalu masuk Islam. Sebagai mantan ahli kitab, tentunya beliau punya banyak pengetahuan tentang sejarah dan tsaqafah ahli kitab. Beliau datang kepada Aisyah dan menyatakan bahwa Maryam itu bukan saudara perempuan Harun, saudara Musa. Lalu Aisyah berkata, "Kamu bohong." Beliau lalu menjawab, "Wahai ibunda mukminin, kalau Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memang menyatakan hal itu, tentu beliau lebih benar dan lebih mengetahui. Tapi kalau tidak ada keterangan dari beliau, sesungguhnya aku mendapatkan bahwa di antara keduanya terpisah jarak waktu 600 tahun." Maka Aisyah pun terdiam." Dari kisah di atas bisa disimpulkan bahwa Harun yang dimaksud dalam ayat tersebut memang bukan nabi Harun alaihissalam saudara nabi Musa, melainkan orang lain yang bernama Harun, yang menjadi saudara Maryam. Kesimpulan ini dikuatkan lagi dengan hadis lain yang sahih dari riwayat imam Muslim.

Dari Muhgirah bin Syu'bah berkata, 'Ketika aku tiba di Najran, penduduknya bertanya kepadaku, "Kalian membaca (Quran), "Wahai saudara perempuan Harun", padahal Musa hidup sebelum Isa selama sekian dan sekian tahun." Ketika bertemu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam aku tanyakan hal itu dan beliau menjawab, "Sesungguhnya mereka biasa menamakan anak mereka dengan nama nabi dan orang-orang saleh yang hidup sebelum mereka." (HR Muslim) Maka jelaslah apa yang disebutkan ole shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa nama Harun dalam ayat ini bukan Nabi Harun saudara Musa, melainkan Harun saudara Maryam, kebetulan dia bernama Harun. Lantaran kebiasaan mereka untuk menamakan anak-anak mereka dengan nama nabi atau nama orang saleh. Penjelasan Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam ini kemudian disimpulkan oleh para ulama bahwa ada kebolehan memberi nama anak dengan nama nabi atau nama orang-orang saleh di masa lalu. Sebenarnya masih ada beberapa versi jawaban lagi dalam masalah ini, namun kami cukup sekian dulu, lantaran jawaban ini pun sudah lumayan bisa menjawab. Untuk lebih jelasnya, anda bisa bukan kitab tafsir Al-Jmi' li Ahkamil Quran karya Al-Imam Al-Qurthubi pada tafsir surat Maryam ayat 28. Wallahu a'lam bishshawab. Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Ahmad Sarwat, Lc.]

Komentar