Langsung ke konten utama

Maryam saudara Harun

Yang anda sampaikan ke saya adalah yang biasanya dipakai para misionaris. Gesekan ini barangkali tidak bisa dihindari karena memiliki kesamaan sebagai agama samawi. Yang anda tanyakan merupakan lagu lama yang tentu saja sudah ada yang menjawabnya kalau anda mau sedikit menggerakkan jari anda ke google search dengan kata kunci :
• menjawab fitnah maryam saudara harun
• menjawab fitnah Qur'an disalin dari bible

1. -tentang Sholawat-

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ

Perhatikan grammar Arabnya, "Allahumma" berarti ; "Allah tuhan kami" dhomir *humma* menunjukkan jamak pada kami/kita, arti lengkapnya ; "Ya Allah tuhan kami berikanlah keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad" . sementara anda menghilangkan predikat عَلَى dalam kalimah sholawat dan mengartikannya secara subyektif dengan menempatkan terbalik pada posisi "hamba" lebih tinggi dari "khalik"nya, hal sama seperti yang biasa misionaris lakukan, selalu gagal melihat substansi masalah dan fokus ke arah subject pembodohan karakter.

2. -tentang Barnabas-

Ini seperti memaksakan diri "membuang borok" konflik internal kristen se-efisien mungkin dengan menyalahkannya pada Islam, dimana isi Bible Barnabas memiliki "kemiripan" dengan Qur'an. Saya maklumi, Gerejalah yang berhak menentukan Bible kanonnya dan interpretasi kitab- kitab kanon non-kanon tersebut. dan salah satunya adalah Bible Barnabas, yang isi nya menceritakan Yesus tidak mati disalibkan, namun digantikan oleh Yudas, tapi benarkah dia yang disalib?, Islam bahkan tidak menyinggung dan menyebut nama Yudas maupun si Barnabas sedikitpun baik di Qur'an dan Hadits. 
Islam hanya menyebut ada orang lain yang diserupakan yang disalib. 

Qur'an surat An Nisa' ayat 157 - 158 ; 

( 157 ) وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا
( 158 ) بَل رَّفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا  

Saya tidak tahu siapa itu Barnabas, tapi google yang memberitahu, His real name was Yusuf (Joseph) and he is native to the island of Cyprus (now the Republic of Cyprus, close to Syria and Turkey) dan seorang Lewi, (klan Lewi/suku Lewi) keturunan anak Yakub (Israil) yaitu Lewi. 

Jadi, Barnabas ini mulanya Yahudi keturunan Yakub, bukan keturunan ismail. 
Apakah karena Nabi Muhammad dari keturunan Ismail, anda lantas menarik garis khayal ke si Barnabas agar ide liar menyalin dari Bible gonna work? Naudzubillah...

-BERIKUTNYA TENTANG TUDUHAN QUR'AN DISALIN DARI BIBLE-

-TENTANG TUDUHAN QUR'AN DISALIN DARI BIBLE-

Saya jujur bukan pakar sejarah, jadi tidak punya kredibilitas untuk menjawab isu ini, namun saya juga meragukan kapasitas anda sebagai ahli sejarah atau punya gelar akademik dibidangnya. Kemudian saya menghadirkan pernyataan dari Dr. Zakir Naik yang bergerak di penelitian studi perbandingan agama, sebagai berikut : 

Qur'an Surat Al-A’raf Ayat 157 ;

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Ayat tersebut menyebutkan bahwa Nabi seorang yang ummiy.
Dan kita menemukan bahwa ada beberapa nubuat yang ditemukan dalam PL, maupun PB, beberapa kali di sebutkan dalam bible, dan dengan jelas disebutkan dalam kitab

Yesaya 29:12. dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."

Dan inilah yang terjadi pada diri Nabi Muhammad ketika wahyu pertama diturunkan padanya, ketika malaikat Jibril berkata, "Iqra' "(bacalah) dia menjawab, " Aku tidak bisa membaca"
Jadi tentunya Nabi Muhammad karena buta hurufnya, tidak mungkin beliau menyalinnya dari tempat lain.

Versi Bible terjemahan berbahasa Arab pertama tidak ada ketika Nabi masih hidup.
Versi pertama dari perjanjian lama ditulis oleh Saadia Gaon pada tahun 900-an, kira kira 250 tahun setelah kematian Nabi Muhammad.
Dan perjanjian baru versi bahasa Arab pertama ditulis oleh Erpenius di tahun 1616. sekitar 1000 tahun setelah kematian Nabi Muhammad. Jadi bagaimana bisa Nabi Muhammad menyalin dari Bible?

• -tentang kalimah Maryam saudara Harun-

keluarga Imran ini adalah keluarga yang thahir dan thayyib, yaitu suci dan baik. Sehingga namanya diabadikan dalam Qur'an dalam surah Ali Imran dan surah Maryam. Keluarga terpandang yang menjaga diri dan rumah ibadahnya. Baitul Maqdis.

فَكُلِىۡ وَاشۡرَبِىۡ وَقَرِّىۡ عَيۡنًا‌ ۚ فَاِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الۡبَشَرِ اَحَدًا ۙ فَقُوۡلِىۡۤ اِنِّىۡ نَذَرۡتُ لِلرَّحۡمٰنِ صَوۡمًا فَلَنۡ اُكَلِّمَ الۡيَوۡمَ اِنۡسِيًّا 26.
Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.”
فَاَتَتۡ بِهٖ قَوۡمَهَا تَحۡمِلُهٗ‌ؕ قَالُوۡا يٰمَرۡيَمُ لَقَدۡ جِئۡتِ شَيۡـًٔـا فَرِيًّا‏ 27.
Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, “Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.
يٰۤـاُخۡتَ هٰرُوۡنَ مَا كَانَ اَ بُوۡكِ امۡرَاَ سَوۡءٍ وَّمَا كَانَتۡ اُمُّكِ بَغِيًّا‌ 28.
Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.”
فَاَشَارَتۡ اِلَيۡهِ‌
 ؕ قَالُوۡا كَيۡفَ نُـكَلِّمُ مَنۡ كَانَ فِى الۡمَهۡدِ صَبِيًّا‏ 29.
Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”
قَالَ اِنِّىۡ عَبۡدُ اللّٰهِ ؕ اٰتٰٮنِىَ الۡكِتٰبَ وَجَعَلَنِىۡ نَبِيًّا 30.
Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.
وَّجَعَلَنِىۡ مُبٰـرَكًا اَيۡنَ مَا كُنۡتُۖ وَاَوۡصٰنِىۡ بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمۡتُ حَيًّا 31. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
وَّبَرًّۢابِوَالِدَتِىۡ وَلَمۡ يَجۡعَلۡنِىۡ جَبَّارًا شَقِيًّا 32.
dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. وَالسَّلٰمُ عَلَىَّ يَوۡمَ وُلِدْتُّ وَيَوۡمَ اَمُوۡتُ وَيَوۡمَ اُبۡعَثُ حَيًّا‏ 33.
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
ذٰ لِكَ عِيۡسَى ابۡنُ مَرۡيَمَ ‌ۚ قَوۡلَ الۡحَـقِّ الَّذِىۡ فِيۡهِ يَمۡتَرُوۡنَ‏ 34.
Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.
مَا كَانَ لِلّٰهِ اَنۡ يَّتَّخِذَ مِنۡ وَّلَدٍ‌ۙ سُبۡحٰنَهٗ‌ؕ اِذَا قَضٰٓى اَمۡرًا فَاِنَّمَا يَقُوۡلُ لَهٗ كُنۡ فَيَكُوۡنُؕ‏ 35.
Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
وَاِنَّ اللّٰهَ رَبِّىۡ وَرَبُّكُمۡ فَاعۡبُدُوۡهُ ‌ؕ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسۡتَقِيۡمٌ 36.
(Isa berkata), “Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.”
فَاخۡتَلَفَ الۡاَحۡزَابُ مِنۡۢ بَيۡنِهِمۡ‌ۚ فَوَيۡلٌ لِّـلَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡ مَّشۡهَدِ يَوۡمٍ عَظِيۡمٍ 37. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka (Yahudi dan Nasrani). Maka celakalah orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang agung!

Lihat komen berikutnya...

Dalam Qur'an surah Maryam ayat 20 - 37 disebutkan Maryam masih perawan dan juga bukan pezina. Mengandung dan melahirkan dibawah pohon kurma, beliau seperti halnya perempuan yang lain tentu saja merasakan sakit saat melahirkan, setelah itu Maryam membawa bayinya dan diperintahkan untuk puasa tidak bicara (puasa seperti ini ada pada syariat Nabi Zakariya dan Nabi Yahya, tapi tidak pada masa Nabi Muhammad)
Setelah kaumnya melihat Maryam membawa bayi, segera ia menjadi bahan olok - olokan banyak orang karena mestinya Maryam pada mulanya dikenal alim abid dan keluarganya juga disegani dihormati. Diantara ejekan kaumnya adalah panggilan ;
يا أُخْتَ هارُونَ َ "Hai saudara perempuan Harun!"

Sudah terang bahwa Harun yang dimaksudkan di sini bukanlah Nabi Harun saudara Nabi Musa. Bukan memiliki arti secara langsung, bahwa Maryam hidup sejaman dengan Nabi Harun As dan merupakan saudaranya, sama sekali tidak. Sebab jarak di antara Nabi Musa dengan Nabi Isa itu terlalu jauh sekali, jarak itu tidak kurang dari 600 tahun. Karena itu ayat ini lebih dilihat dan dimaknai secara kontekstual bukan tekstual semata.
kondisi sosial budaya kala itu merupakan hal yang lumrah menamai anak keluarga dan masyarakat israel dengan nama para nabi dan orang shaleh lainnya.
Yahudi, Nasrani atau dalam Islam, suka mengambil nama Nabi-nabi atau nama orang-orang shalih untuk nama anaknya. Lihat saja nama ayahnya Maryam, kakeknya Nabi Isa. Nama ayahnya pun Imran, senama dengan ayah Nabi Musa dan Nabi Harun. Dan besar kemungkinan Saudaranya pun bernama Harun! Dan Nabi Harun memang Nabi yang terkenal lemah-lembut. Bahkan sampai kepada zaman kemudian, beratus-ratus dan beribu-ribu tahun di belakang, orang suka memakai nama Nabi-nabi untuk nama anaknya.

Dari Muhgirah bin Syu'bah berkata, 'Ketika aku tiba di Najran, penduduknya bertanya kepadaku, "Kalian membaca (Quran), "Wahai saudara perempuan Harun", padahal Musa hidup sebelum Isa selama sekian dan sekian tahun." Ketika bertemu Rasulullah SAW, aku tanyakan hal itu dan beliau menjawab, "Sesungguhnya mereka biasa menamakan anak mereka dengan nama nabi dan orang-orang saleh yang hidup sebelum mereka." (HR Muslim)

Jadi sudah jelas dan terang, bahwa yang dimaksud ;
يا أُخْتَ هارُونَ َ "Hai saudara perempuan Harun!".
Itu bukan Nabi Harun as yang hidup pada masa Nabi Musa as. Fakta ini tidak sedikitpun mengganggu iman dan aqidah kita, apalagi Nabi Muhammad sudah menjawabnya.
Sikap irasional diperlihatkan para misionaris dengan mengangkat isu ini berulang ulang dengan memperlihatkan kesamaan nama, Amram, Musa, Harun, dan Miryam di kitab mereka, itu artinya mereka memperlihatkan kebodohan akal terus menerus yang terbelenggu iman yang membabibuta. kemudian tanpa kajian ilmiah yang benar mengambil kalimah dalam Qur'an dan mengartikannya tekstual dengan menghubungkan ke zaman Moses - Aaron dan menyalahkan Qur'an. Naudzu billah...

Lihat komen berikutnya...

Saya hidup dilingkungan desa yang kental dengan tradisi Islam, kuberi nama anak sulungku Muhammad (lengkapnya Muhammad Abdul Jabbar) punya keponakan namanya Fatimah, sepupu = Maryam, tetangga = Musa (langganan jagal kalo idul adha) teman dekat = mbak Ruqayah, bakul sayur keliling = mak ijah (khadijah), kulakan toko ke pasar ke langganan = pak umar, pak aziz. Seperti inilah dinamika hidup kita, bukan berarti mereka dihubungkan nasabnya dengan tokoh penting Nabi di zaman dulu melainkan hanya kesamaan nama belaka. Wallahu a'lamu bishowab.

Bagi saya, Mukjizat terbesar bagi Nabi Isa as adalah apa yang terjadi pada Ibu dan anak tersebut. Dan setiap orang pasti akan melewati fase ujian hidup yang berat (Qs Al Baqarah : 155) Tidak terkecuali para Nabi. Dan setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematian (Qs Ali Imran : 185) tidak terkecuali para Nabi.

Jika panggilan "Maryam saudaranya Harun" tetap dipermasalahkan hanya karena kemiripan nama di Bible Amram, Musa, Harun, dan Miryam, maka sampai mana ke irasional ini berlanjut ketika dalam kutipan Bible, Dimaknai secara tekstual?

Matius 3:7 = Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan *ular beludak* . Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Matius 12:34 = Hai kamu keturunan *ular beludak* bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.

Matius 23:33 = Hai kamu *ular-ular*, hai kamu keturunan *ular beludak* Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?

Lukas 3:7 = Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan *ular beludak* Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang?



JIKA KITA DI CACI MAKI...

Saya tidak bisa melanjutkan dialog yang sudah keluar dari akal sehat dan benar benar tidak sehat untuk dilanjutkan, karena bukan pencarian kebenaran yang jadi tujuan melainkan kesesatan.

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللهِ فَيَسُبُّوا اللهَ عَدْوًاۢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan” (QS Al-An'am: 108).

Dan hanya tuhan yang bisa membolak - balikkan hati kita dan sekali kali kita tidak bisa memaksakan kehendak kita.

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS. Al Baqarah : 256)

la ikraha fi al-din (Jangan kalian memaksa seseorang memasuki/menganut Islam!). Sebab, semua dalil kebenaran Islam sudah jelas, sehingga tidak perlu ada pemaksaan. 

BAGAIMANAPUN TETAPLAH ADA ORANG KAFIR YANG MENOLAK KEBENARAN

Sifat Orang Kafir Tidak Mau Menerima Kebenaran, Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 6-7

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَأَنذَرۡتَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تُنذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ (٦)
 خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَعَلَىٰ سَمۡعِهِمۡ‌ۖ وَعَلَىٰٓ أَبۡصَـٰرِهِمۡ غِشَـٰوَةٌ۬‌ۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٌ۬ (٧

Artinya: “Sesungguhnya, orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci mata hati dan pendengaran mereka, dan pada penglihatan ada penutup. Dan bagi mereka ada siksa yang amat pedih”. (QS Al-Baqarah [2]: 6-7)


Allah menghendaki siapa-siapa saja yang diberikan petunjuk dan siapa yang dijadikannya sesat. 
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِۦ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ 
“Demikianlah Allah menjadikan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya” (Q.S. Al Mudatsir 31)


Yang anda sampaikan ke saya adalah yang biasanya dipakai para misionaris. Gesekan ini barangkali tidak bisa dihindari karena memiliki kesamaan sebagai agama samawi. Yang anda tanyakan merupakan lagu lama yang tentu saja sudah ada yang menjawabnya kalau anda mau sedikit menggerakkan jari anda ke google search dengan kata kunci :
• menjawab fitnah maryam saudara harun
• menjawab fitnah Qur'an disalin dari bible

1. -tentang Sholawat-

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ

Perhatikan grammar Arabnya, "Allahumma" berarti ; "Allah tuhan kami" dhomir *humma* menunjukkan jamak pada kami/kita, arti lengkapnya ; "Ya Allah tuhan kami berikanlah keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad" . sementara anda menghilangkan predikat عَلَى dalam kalimah sholawat dan mengartikannya secara subyektif dengan menempatkan terbalik pada posisi "hamba" lebih tinggi dari "khalik"nya, hal sama seperti yang biasa misionaris lakukan, selalu gagal melihat substansi masalah dan fokus ke arah subject pembodohan karakter.

2. -tentang Barnabas-

Ini seperti memaksakan diri "membuang borok" konflik internal kristen se-efisien mungkin dengan menyalahkannya pada Islam, dimana isi Bible Barnabas memiliki "kemiripan" dengan Qur'an. Saya maklumi, Gerejalah yang berhak menentukan Bible kanonnya dan interpretasi kitab- kitab kanon non-kanon tersebut. dan salah satunya adalah Bible Barnabas, yang isi nya menceritakan Yesus tidak mati disalibkan, namun digantikan oleh Yudas, tapi benarkah dia yang disalib?, Islam bahkan tidak menyinggung dan menyebut nama Yudas maupun si Barnabas sedikitpun baik di Qur'an dan Hadits. 
Islam hanya menyebut ada orang lain yang diserupakan yang disalib. 

Qur'an surat An Nisa' ayat 157 - 158 ; 

( 157 ) وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا
( 158 ) بَل رَّفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا  

Saya tidak tahu siapa itu Barnabas, tapi google yang memberitahu, His real name was Yusuf (Joseph) and he is native to the island of Cyprus (now the Republic of Cyprus, close to Syria and Turkey) dan seorang Lewi, (klan Lewi/suku Lewi) keturunan anak Yakub (Israil) yaitu Lewi. 

Jadi, Barnabas ini mulanya Yahudi keturunan Yakub, bukan keturunan ismail. 
Apakah karena Nabi Muhammad dari keturunan Ismail, anda lantas menarik garis khayal ke si Barnabas agar ide liar menyalin dari Bible gonna work? Naudzubillah...

-BERIKUTNYA TENTANG TUDUHAN QUR'AN DISALIN DARI BIBLE-

-TENTANG TUDUHAN QUR'AN DISALIN DARI BIBLE-

Saya jujur bukan pakar sejarah, jadi tidak punya kredibilitas untuk menjawab isu ini, namun saya juga meragukan kapasitas anda sebagai ahli sejarah atau punya gelar akademik dibidangnya. Kemudian saya menghadirkan pernyataan dari Dr. Zakir Naik yang bergerak di penelitian studi perbandingan agama, sebagai berikut : 

Qur'an Surat Al-A’raf Ayat 157 ;

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Ayat tersebut menyebutkan bahwa Nabi seorang yang ummiy.
Dan kita menemukan bahwa ada beberapa nubuat yang ditemukan dalam PL, maupun PB, beberapa kali di sebutkan dalam bible, dan dengan jelas disebutkan dalam kitab

Yesaya 29:12. dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."

Dan inilah yang terjadi pada diri Nabi Muhammad ketika wahyu pertama diturunkan padanya, ketika malaikat Jibril berkata, "Iqra' "(bacalah) dia menjawab, " Aku tidak bisa membaca"
Jadi tentunya Nabi Muhammad karena buta hurufnya, tidak mungkin beliau menyalinnya dari tempat lain.

Versi Bible terjemahan berbahasa Arab pertama tidak ada ketika Nabi masih hidup.
Versi pertama dari perjanjian lama ditulis oleh Saadia Gaon pada tahun 900-an, kira kira 250 tahun setelah kematian Nabi Muhammad.
Dan perjanjian baru versi bahasa Arab pertama ditulis oleh Erpenius di tahun 1616. sekitar 1000 tahun setelah kematian Nabi Muhammad. Jadi bagaimana bisa Nabi Muhammad menyalin dari Bible?


• -tentang kalimah Maryam saudara Harun-

Apa anda gak capek ngulang terus fitnah dari bodohnya misionaris pendahulumu, aku sih gak papa jawabnya karena sebetulnya fitnah itu gak logis dan tendensi benci ke islam itu terasa sekali. dengan menjawab fitnah dari misionaris ini berarti sekali lagi saya menunjukkan bahwa para misionaris itu kalap membabibuta soal imanitas mereka dan mematikan akalnya sendiri, TOLONG DI CATAT! ISLAM MENJUNJUNG TINGGI KE-RASIONAL-AN DALAM MENGGUNAKAN AKALNYA, SEMENTARA YANG KULIHAT DARI MISIONARIS SELAMA INI BENTAR BENTAR PAKE ALASAN PENEBUSAN DOSA DAN DOSA WARISAN, KAN JADI TUMPUL OTAKNYA ATAU MALAH PINDAH KE DENGKUL.

Jawaban singkat, dari Maryam saudara Harun dalam Al Qur'an surah Maryam ayat 28 adalah bahwa Harun yang disebutkan di ayat tersebut bukan sosok Nabi Harun yang hidup di zaman Nabi Musa. Selesai! Gak ada yang salah dari ayat tersebut.

Masalah yang dikembangkan oleh misionaris kalian adalah tuduhan Qur'an tidak valid tidak legit, jika ini tidak berhasil, kalian coba ambil plan B, Qur'an itu disalin dari Bible, jika ini gagal juga, maka untuk menghancurkan Islam adalah dengan menggunakan Islam itu sendiri, dari sini kebodohan massal para misionaris terus menerus bermunculan, tanpa ilmu yang menjadi dasar memahami Qur'an, kalian kutip secara tekstual ayat Qur'an tidak peduli itu ayat yang sifatnya muhkamat atau mutasyabihat, kemudian menggunakan hadits hadits palsu untuk memperkuat landasan fitnah itu, padahal hadits yang bisa dijadikan hujjah adalah yang shahih dan hasan, posisi hadits memang sebagai sumber hukum kedua setelah Qur'an yang sifatnnya memperkuat Qur'an, maka diperlukan disiplin ilmu yang ketat dan mayoritas dari orang islam mempercayai keshahihan dari 2 tokoh periwayat hadits Bukhori dan Muslim. Bayangkan! padahal tidak ada institusi manusia yang mengatur Qur'an mendikte Qur'an, tapi kenapa isinya tetap murni tetap sama tidak berubah sama sekali dari zaman Nabi dan mushaf utsmani hingga saat ini, beda dengan Bible yang berada di otoritas gereja yang sedikit sekali mengutarakan dakwahnya yesus melainkan isinya kebanyakan dominan cerita paulus. Maka kami orang islam tidak heran masifnya serangan hujjah misionaris menggunakan ayat Qur'an yang diplesetkan dan hadits dhoif untuk meruntuhkan ukhuwah kami. Melihat tren hobi para misionaris ini bisa dimaklumi karena merasa ada nikmat untuk merusak barang sempurna Al Qur'an, seperti kecanduan setan untuk menyebarkan kejahatan, generasi tua misionaris telah lama melakukannya, dan generasi generasi berikutnya dengan pokok bahasan yang sama, lalu sampai ke generasi muda sekarang yang juga akan diwariskan lagi ke generasi selanjutnya, mereka misionaris ini menjalankan kebodohan hujjah lemah yang tumbuh seperti kanker ganas dan menganggapnya sebagai obat mujarab untuk melawan islam, kebodohan yang sulit disembuhkan ini antara lain karena jasa penebusan dosa dan dosa warisan yang mereka yakini dengan membabibuta dan mematikan akal sehat.




. -tentang Sholawat-

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ

Perhatikan grammar Arabnya, "Allahumma" berarti ; "Allah tuhan kami" dhomir *humma* menunjukkan jamak pada kami/kita, arti lengkapnya ; "Ya Allah tuhan kami berikanlah keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad" . sementara anda menghilangkan predikat عَلَى dalam kalimah sholawat dan mengartikannya secara subyektif dengan menempatkan terbalik pada posisi "hamba" lebih tinggi dari "khalik"nya. Naudzubillah...

-tentang Barnabas-

Saya tahu, Gerejalah yang berhak menentukan Bible kanonnya dan interpretasi kitab- kitab kanon non-kanon yang salah satunya adalah Bible Barnabas, menceritakan Yesus tidak mati disalibkan, namun digantikan oleh Yudas, tapi benarkah Yudas yang disalib?, Islam bahkan tidak menyinggung dan menyebut nama Yudas maupun si Barnabas sedikitpun baik di Qur'an dan Hadits. 
Islam hanya menyebut ada orang lain yang diserupakan yang disalib. 

Qur'an surat An Nisa' ayat 157 - 158.

Siapa itu Barnabas?, Google yang memberitahu, His real name was Yusuf (Joseph) and he is native to the island of Cyprus (now the Republic of Cyprus, close to Syria and Turkey) dan seorang Lewi, (klan Lewi/suku Lewi) keturunan anak Yakub (Israil) yaitu Lewi. 

Jadi, Barnabas ini mulanya Yahudi keturunan Yakub, bukan keturunan ismail. 
Apakah karena Nabi Muhammad dari keturunan Ismail, anda lantas menarik garis khayal ke si Barnabas agar ide liar menyalin dari Bible gonna work? Naudzubillah...

-FITNAH QUR'AN DISALIN DARI BIBLE-

Saya menghadirkan pernyataan dari Dr. Zakir Naik yang bergerak di penelitian studi perbandingan agama, sebagai berikut : 

Qur'an Surat Al-A’raf Ayat 157.

Ayat tersebut menyebutkan bahwa Nabi seorang yang ummiy.
Dan kita menemukan bahwa ada beberapa nubuat yang ditemukan dalam PL, maupun PB, beberapa kali di sebutkan dalam bible, dan dengan jelas disebutkan dalam kitab

Yesaya 29:12. dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."

Dan inilah yang terjadi pada diri Nabi Muhammad ketika wahyu pertama diturunkan padanya, ketika malaikat Jibril berkata, "Iqra' "(bacalah) dia menjawab, " Aku tidak bisa membaca"
Jadi tentunya Nabi Muhammad karena buta hurufnya, tidak mungkin beliau menyalinnya dari tempat lain.

Versi Bible terjemahan berbahasa Arab pertama tidak ada ketika Nabi masih hidup.
Versi pertama dari perjanjian lama ditulis oleh Saadia Gaon pada tahun 900-an, kira kira 250 tahun setelah kematian Nabi Muhammad.

Dan perjanjian baru versi bahasa Arab pertama ditulis oleh Erpenius di tahun 1616. sekitar 1000 tahun setelah kematian Nabi Muhammad. Jadi bagaimana bisa Nabi Muhammad menyalin dari Bible?

-tentang Maryam saudara Harun-

Keluarga Imran ini adalah keluarga yang shaleh dan thayyib, yaitu wara' dan baik. Sehingga namanya diabadikan dalam Qur'an dalam surah Ali Imran dan surah Maryam. Keluarga terpandang yang menjaga diri dan rumah ibadahnya. Baitul Maqdis.

Dalam Qur'an surah Maryam ayat 20 - 37 disebutkan Maryam masih perawan dan juga bukan pezina. Mengandung dan melahirkan dibawah pohon kurma, beliau seperti halnya perempuan yang lain tentu merasakan sakit saat melahirkan, setelah itu Maryam membawa bayinya dan diperintahkan untuk puasa tidak bicara (puasa seperti ini ada pada syariat Nabi Zakariya dan Nabi Yahya, tapi tidak pada masa Nabi Muhammad)
Setelah kaumnya melihat Maryam membawa bayi, segera ia menjadi bahan olok - olokan banyak orang karena mestinya Maryam pada mulanya dikenal alim abid dan keluarganya juga disegani dihormati. Diantara ejekan kaumnya adalah panggilan ;

يا أُخْتَ هارُونَ َ "Hai saudara perempuan Harun!"

Sudah terang bahwa Harun yang dimaksudkan di sini bukanlah Nabi Harun saudara Nabi Musa. Bukan memiliki arti secara langsung, bahwa Maryam hidup sejaman dengan Nabi Harun dan merupakan saudaranya, sama sekali tidak. Sebab jarak di antara Nabi Musa dengan Nabi Isa itu terlalu jauh sekali, jarak itu tidak kurang dari 600 tahun. Karena itu ayat ini lebih dilihat dan dimaknai secara kontekstual bukan tekstual semata.
Hal yang lumrah menamai anak keluarga dan masyarakat israel dengan nama para nabi dan orang shaleh lainnya.
Yahudi, Nasrani atau dalam Islam, suka mengambil nama Nabi-nabi atau nama orang-orang shalih untuk nama anaknya.

Dari Muhgirah bin Syu'bah berkata, 'Ketika aku tiba di Najran, penduduknya bertanya kepadaku, "Kalian membaca (Quran), "Wahai saudara perempuan Harun", padahal Musa hidup sebelum Isa selama sekian dan sekian tahun." Ketika bertemu Rasulullah SAW, aku tanyakan hal itu dan beliau menjawab, "Sesungguhnya mereka biasa menamakan anak mereka dengan nama nabi dan orang-orang saleh yang hidup sebelum mereka." (HR Muslim)

Saya paham anda bertanya dengan maksud mempertanyakan kredibilitas Qur'an mengenai kalimat "Maryam saudaranya Harun". Hanya karena kesamaan nama dengan penamaan bahasa ibrani, "Amram, Miryam" telah mengaburkan anda dari fakta yang sudah jelas kebenarannya, silahkan lihat lebih teliti kalimat mana dari Qur'an surah Maryam yang menyebut Harun di kalimah "Maryam saudaranya Harun" adalah Nabi Harun, kalau Harun tersebut dinisbatkan pada karakter Nabi Harun yang alim abid lemah lembut mungkin saja, namun bukan sosok aslinya, kami mengimani faktor rasional dari satu cara untuk menemukan kebenaran tuhan.

Jika anda sulit menerima kebenaran ini, renungi sendiri kitab anda mengenai ular ular :

Matius 3:7 = Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan *ular beludak* . Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Matius 12:34 = Hai kamu keturunan *ular beludak* bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.

Matius 23:33 = Hai kamu *ular-ular*, hai kamu keturunan *ular beludak* Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?

Lukas 3:7 = Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan *ular beludak* Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang?

Komentar